"Menuju Ekonomi Robbani" Merupakan Slogan Salah Satu KSEI yang Berasal Dari Universitas Umum di FoSSEI Regional Sumatera Bagian Selatan

KSEI yang memakai slogan ini adalah KSEI Ukhuwah FE Unsri, KSEI ini berhasil mendapatkan penghargaan KSEI Robbani pada Musyawarah Regional FoSSEI Sumbagsel IV yang diadakan di Universitas Lampung

Ikhwan KSEI Risef di Field Trip Temilreg Curup

Temilreg yang diadakan KSEI FoKES STAIN Curup Bengkulu berhasil dijuarai oleh KSEI Pakies IAIN Raden Fatah Palembang, di akhir kompetisi panitia menyediakan agenda Field Trip ke Suban Air Panas Curup, Bengkulu Utara

Field Trip Rakereg FoSSEI Sumbagsel 2011

Rakereg FoSSEI Sumbagsel yang diadakan di IAIN Raden Fatah Palembang dengan tuan rumah KSEI Pakies menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan bagi peserta Rakereg yang menyempatkan diri berwisata ke Pulau Kemaro, sebuah Pulau Legendaris yang membelah Sungai Musi

Delegasi KSEI Ukhuwah FE Unsri Pada Temilnas X UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Meskipun tidak berhasil menang dan mencapai target, para delegasi dari KSEI Ukhuwah tetap bersemangat mengikuti agenda yang telah susah payah dipersiapkan oleh Panitia, kala itu KSEI Ukhuwah FE Unsri berdampingan dengan saudara seperguruannya, KSEI Pakies IAIN ReFah Palembang serta ditambah salah satu delegasi dari Komsat Bengkulu, KSEI FKSI KEI KBM Unib

Foto Bersama, Ketua Komsat FoSSEI Sumsel, Presnas II FoSSEI dan Koreg FoSSEI Sumbagsel

Tidak ada yang istimewa dari foto ini, selain mereka sebenarnya adalah satu KSEI, dari kiri ke kanan : akh Firmansyariandi, akh Febri Fransiska, akh Rizarullah Santoso

Jumat, 08 Juni 2012

Dr. M. Umer Chapra, Ekonom Muslim Kontemporer




Siapa yang tidak kenal film india? Siapa yang tidak tahu kota yang sering jadi latar belakang film-film India. Ya…. kota Bombay….  Pasti semuanya kenal dengan nama satu kota ini. Tapi apakah kamu tahu di kota ini lahir seorang ekonom muslim yang terkenal di dunia barat dan timur? Ya dialah Ekonom asal Pakistan, namanya adalah M. Umer chapra lahir  pada tangal 1 februari 1933 di Bombay India. Ayahnya bernama Abdul karim chapra. Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang mempunyai karakter yang baik. Keluarganya termasuk orang yang berkcukupan yang memungkinkan ia mendapatkan pendidikan yang baik pula. Masa kecilnya ia ahbiskan ditanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskan pendidikannya disana sampai meraih gelar Ph.D dari universitas Minnesota.  Dalam umunrnya yang ke 29 ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Khoirunnisa Jamal Mundia di tahun 1962.

Dalam karir intelektualnya DR. M.Umer Chapra mengawalinya ketika mendapatkan medali emas dari Universitas Sind pada tahun 1950 dengan prestasi yang diraihnya sebagi urutan pertama dalam ujian masuk dari 25.000 mahasiswa. Setelah meraih gelar S2 dari Universitas Karachio pada tahun 1954, dan pada 1956 karir akademisnya berada pada tingkat tertinggi ketika meraih gelar doktoralnya di Minnesota, Mineapolis. Pembimbingnya Prof. Harlan smith, memuji bahwa Chapra adalah seorang yang baik hati dan mempunyai karakter yang baik dan kecemerlangan akademis. Menurut Profesor ini Chapra adalah orang yang terbaik yang pernah dikenalnya bukan hanya di kalangan mahasiswa namun juga seluruh kalangan.

DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasi ekonomi islam. Saat ini dia menjadi penasehat pada Islamic research and training institute (IRTI) dari IDB Jeddah. Sebelumnya ia  menduduki posisi di Saudi Arabian monetry agency (SAMA) Riyadh selama hampir 35 tahun sebagai penasihat peneliti senior. Lebih kurang selama 45 tahun beliau menduduki profesi di berbagai lembaga yang berkaitan dengan persoalan ekonomi diantaranya 2 tahun di Pakistan, 6 tahun di USA, dan 37 tahun di Arab Saudi. Selain profesinya itu banyak kegiatan yang dikutinya antara lain yang diselenggarkan IMF, IBRD, OPEC, IDB, OIC dll. Wah banyak sekali ya…. Siapa yang mau mengikuti beliau…

Beliau sangat berperan dalam perkembangan ekonomi islam . Ide ide cemerlangnya banyak tertuang dalam karangan-karangnya. Kemudian karena pengabdiannya ini beliau mendapatkan penghargaan dari Islamic development bank dan dari King faisal international award.  Kedua penghargaan ini diperoleh pada tahun 1989.

Kamis, 07 Juni 2012

Pemerintah Tidak akan Terbitkan Obligasi Dolar Tahun Ini

Pemerintah Tidak akan Terbitkan Obligasi Dolar Tahun Ini
Kamis, 07 Juni 2012, 05:30 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Pemerintah memilih untuk tidak menerbitkan obligasi global berdenominasi dolar menyusul memburuknya ekonomi Eropa. Penerbitan surat utang negara yang berdenominasi dolar akan diterbitkan dalam sukuk global.
“Kalau dolar bond (obligasi) tidak, kami pertimbangkan untuk global sukuk dan samurai bond, “ ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Rahmat Waluyanto.
Penerbitan obligasi global berdenominasi dolar dan obligasi samurai berdenominasi yen akan digunakan untuk pembayaran kembali (refinancing) utang. “Misalnya, kita punya eksposure utang di dalam dolar dan yen, kita terbitkan yen untuk bayarkan yen-nya atau bayar utang dolar yang jatuh tempo, “ ujar Rahmat. Selain untuk refinancing, obligasi juga digunakan untuk menutupi kebutuhan APBN dan defisit anggaran.
Kedua obligasi tersebut akan dikeluarkan pada tahun ini. Nilai penerbitan akan disesuikan dengan kebutuhan APBN, defisit anggaran, dan refinancing. Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) per Mei sudah mencapai Rp 102 triliun dari rencana penerbitan yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 159,6 triliun. Sementara untuk SUN berdenominasi valas, penerbitan telah mencapai 10,77 miliar dolar AS dari rencana sebesar 16,84 miliar dolar AS.
Besarnya nilai utang pemerintah, dinilai Rahmat belum mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. “Utang swasta yang mempengaruhi rupiah karena cukup besar, “ ujar dia. Sementara utang negara tidak mempengaruhi karena pembayarannya setiap tahun bernilai kecil.
Rahmat mengatakan utang negara merupakan pinjaman yang termasuk aman (savely financing) karena termasuk pinjaman program. “Pinjaman proyek, jatuh temponya sedikit-sedikit karena multiyears jadi kita bayarkan juga sedikit demi sedikit, “ ungkapnya. Karena itu, tekanan dari utang pemerintah terhadap nilai tukar rupiah lebih kecil.


Baca Juga :

Mau Tahu Utang Baru Pemerintah Indonesia?

Mau Tahu Utang Baru Pemerintah Indonesia?
Rabu, 06 Juni 2012, 14:10 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan utang sebesar 2 miliar dolar dengan Bank Dunia (World Bank). Utang tersebut akan dimasukkan dalam pinjaman siaga (contingency loan).

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Rahmat Waluyanto mengatakan total pinjaman siaga yang dibutuhkan tahun ini sebesar Rp 5,5 miliar dolar. Selain Bank Dunia, pemerintah telah mendapatkan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar 500 juta dolar. "Selain itu, sudah ada calon yang interest (tertarik), " ujar Rahmat di Jakarta, Rabu (6/6).

Jumlah pinjaman siaga tersebut sama dengan dana pinjaman siaga periode 2009-2010. Kekurangan dana tersebut akan didapatkan dari sejumlah sumber seperti organisasi multilateral maupun bilateral. Rahmat mengatakan pihaknya masih berharap dapat pinjaman dari Australia. "Tapi dari Australia belum, karena butuh persetujuan parlemen," ujarnya.

Pinjaman siaga tersebut akan digunakan jika kondisi pasar memburuk. Kondisi pasar itu akan dilihat dari parameter seperti harga Surat Utang Negara (SUN) jatuh. Selain itu, pemerintah tidak bisa mengakses pasar.
"Jika pemerintah tidak bisa terbitkan SBN (Surat Berharga Negara) untuk biayai APBN, pinjaman itu baru kita pakai, " ujar Rahmat.


Baca Juga :

2013, KSP Nasari Buka Cabang Syariah

2013, KSP Nasari Buka Cabang Syariah
Minggu, 03 Juni 2012, 20:18 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Nasari telah mengutarakan minatnya untuk mengelola usaha di bidang industri syariah. KSP Nasari telah melakukan pembicaraan secara internal terkait pembukaan usaha syariah ini.

Direktur KSP Nasari, Frans Meroga, menuturkan KSP Nasari masih membahas model usaha syariah tersebut. "Kami masih membahas apakah ingin membuka KSP syariah atau bank syariah," tuturnya kepada Republika.

Beberapa waktu lalu Nasari telah mengakuisisi sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hanya saja sejauh ini masih dibicarakan apakah BPR yang akan bergerak dengan sistem syariah atau KSP baru dengan basis syariah.

Sejauh ini pembicaraan internal baru membahas mengenai produk-produk yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Frans menuturkan baik produk KSP maupun BPR tidak jauh berbeda sehingga bentuk badan usaha akan diputuskan belakangan.

Frans menambahkan pihaknya berharap sudah dapat mengambil keputusan usai Lebaran nanti. Baru setelah itu ia mengajukan izin ke pemerintah dan perusahaan syariah tersebut resmi dibuka pada awal 2013.

Akhir pekan lalu KSP Nasari memaparkan kinerjanya selama 2011. Pembiayaan periode 2011 mencapai Rp 394, 4 miliar dan ditargetkan akhir tahun ini sebesar Rp 1,63 triliun.

Total anggota KSP Nasari hingga tutup buku 2011 mencapai 95.861. Nasari menargetkan menambah jumlah anggota dengan total 107.316 di akhir tahun ini.

Menurut Ketua KSP Nasari, Sahala Panggabean, selama periode 2011 koperasi tersebut telah memiliki satu Kantor Pusat, 13 Kantor Cabang dan 18 Kantor Cabang Pembantu serta 360 counter di kantor pos di Indonesia. 

Pinjaman hanya diberikan kepada anggota para pensiunan PNS, TNI dan Polri yang pembayarannya berasal dari APBN. ''Dengan pengelolaan manajemen yang profesional, maka angka NPL/kredit macet di KSP Nasari per 31 Desember 2011 adalah 0,00 persen,'' katanya.



Baca Juga :

Krisis Ekonomi Guncang Eropa Beginilah Nasib Indonesia

BPRS As Salaam Incar Rp 20 Miliar untuk Pembiayaan Pendidikan

BPRS As Salaam Incar Rp 20 Miliar untuk Pembiayaan Pendidikan
Kamis, 31 Mei 2012, 15:30 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) As Salaam meluncurkan kembali produk pembiayaan syariah pendidikan. Produk ini ditawarkan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan studi putra-putrinya ke jenjang selanjutnya.

Pembiayaan dini ditujukan untuk nasabah yang memiliki keterbatasan finansial dalam membiayai sekolah dan kuliah anak-anak mereka. Plafon yang ditawarkan sebesar Rp 150 juta.

"Kami memberikan plafon sesuai dengan biaya pendidikan di Indonesia," kata Direktur BPRS As Salaam, Cahyo Kartiko, kepada Republika, Kamis (31/5). Plafon maksimal ini dilihat berdasarkan biaya tertinggi sekolah di Indonesia.

Cahyo menuturkan pembiayaan tidak akan diberikan dalam bentuk uang kepada nasabah yang mengajukan. BPRS akan membayarkan langsung ke sekolah atau kampus yang ingin dimasuki oleh siswa. 

Hal ini bertujuan untuk membedakan pembiayaan pendidikan dengan pembiayaan umum. Memang selama ini ada pembiayaan pendidikan melalui cash, untuk pembiayaan pendidikan langsung diserahkan ke pihak sekolah.

Cahyo menuturkan angsuran di BPRS bisa mencapai setengah dari angsuran kartu kredit. Ia mencontohkan seorang nasabah melakukan pembiayaan Rp 100 juta melalui kartu kredit dengan angsuran sekitar Rp 4 juta. BPRS menawarkan angsuran hanya Rp 3,3 juta.  

BPRS As Salaam menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 20 miliar. Pembiayaan ini juga diharapkan dapat menjangkau ke seluruh wilayah operasional BPRS As Salam, yaitu di wilayah Jabodetabek dan Bandung.



Baca Juga :
Krisis Ekonomi Guncang Eropa Beginilah Nasib Indonesia

Bukopin Tawarkan Reksadana Syariah

Bukopin Tawarkan Reksadana Syariah
Senin, 04 Juni 2012, 14:39 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) meneken kerja sama dengan PT Bank Danamon untuk memasarkan produk investasi reksadana, salah satunya adalah Manulife Syariah Sektoral Amanah.
Produk syariah ini akan dipasarkan di 168 cabang Bank Danamon terpilih. Cabang tersebut termasuk satu cabang Bank Syariah Bukopin. "Produk ini satu dari lima produk MAMI yang kami pasarkan di Bukopin," kata Direktur Consumer Banking, Michellina Triwardhany, usai penandatanganan MoU antara Bank Bukopin dan Manulife Aset Management di Jakarta, Senin (4/6).
Produk syariah menjadi populer karena secara historis perusahaan yang masuk ke dalamnya merupakan perusahaan yang sehat. Hanya saja Bank Bukopin tidak mau mengarahkan nasabah ke produk ini. Nasabah diminta memilih sendiri produk mana yang mereka inginkan untuk berinvestasi.
Hal ini, papar Michellina, kembali lagi pada edukasi kepada calon investor. Melalui roadshow dan pertemuan dengan calon investor, Bank Bukopin memberikan pemahaman dan pengetahuan soal produk reksadana tersebut. "Setelah itu terserah pada nasabah ingin produk mana, apakah yang syariah atau tidak," tutur dia. Pembelian produk ini dihargai minimal Rp 5 juta.


Baca Juga :
Krisis Ekonomi Guncang Eropa Beginilah Nasib Indonesia

Utang Luar Negeri Bank Capai 3,6 M Dolar AS

Utang Luar Negeri Bank Capai 3,6 M Dolar AS
Minggu, 03 Juni 2012, 15:04 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia mencatat nilai utang luar negeri perbankan mencapai 3,6 miliar dolar AS. Sementara nilai utang luar negeri swasta, termasuk perbankan yang didapat dari Eropa mencapai 7 miliar dolar AS.

Meski demikian, eksposur utang luar negeri tersebut dinilai belum signifikan memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah.  “Utang luar negeri tidak banyak, jadi tidak terlalu pengaruh (ke nilai tukar rupiah), “ ujar Deputi Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia, Tirta Segara, akhir pekan lalu.

Nilai utang luar negeri tersebut merupakan utang yang belum ditarik ke Eropa. Karena itu, keberadaan utang tersebut dinilai masih aman untuk nilai tukar rupiah. “Utang ini kemungkinan susah ditarik juga karena menjadi likuiditas di sana, “ ungkap Tirta.

Likuiditas valas di dalam negeri, lanjut Tirta, akan aman dengan ditambah adanya kesepakatan Chiang Mai Initiative. Dalam kesepakatan tersebut, BI bisa mendapatkan likuiditas hingga 11,9 miliar dolar AS melalui mekanisme swap. “Dari sisi likuiditas aman, dana itu bisa ditarik sebagian dulu, “ ujar Tirta.

Chiang Mai Initiative beranggotakan negara ASEAN, Jepang, Cina, serta Korea Selatan (ASEAN+3). Tujuan dari Chiang Mai Initiative ini untuk mengatasi masalah dalam neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek di kawasan. Kesepatan tersebut telah berlaku sejak 24 Maret 2010.



Baca Juga :
Krisis Ekonomi Guncang Eropa Beginilah Nasib Indonesia

Krisis Ekonomi Guncang Eropa, Beginilah Nasib Indonesia

Krisis Ekonomi Guncang Eropa, Beginilah Nasib Indonesia

Kamis, 07 Juni 2012, 03:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Krisis ekonomi melanda Eropa, bagaimana dengan Indonesia? Direktur Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, menilai krisis keuangan di Eropa tidak berpengaruh besar terhadap Indonesia.
"Kondisi Eropa tidak berpengaruh besar terhadap Indonesia, pasar keuangan di dalam negeri cukup bagus. Kalau ada gejolak di pasar saham maka investor akan berpindah ke pasar surat berharga negara (SBN), dan instrumen itu dijadikan 'save haven' bagi investor," ujar Rahmat Waluyanto di sela-sela seminar Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun).
Menurut dia, berpindahnya dana dari pasar saham ke SBN membuat kondisi pasar keuangan di dalam negeri menjadi tetap stabil. 
Ia menambahkan, gejolak pasar dapat menciptakan kesempatan. Investor jangka panjang berinvestasi pada obligasi yield tinggi dapat dijadikan waktu untuk mencari menarik peluang. "Tingginya yield obligasi pemerintah, dapat dijadikan kesempatan bagi dana pensiun dan asuransi untuk masuk karena kondisi itu akan menarik, karena dengan yield obligasi yang naik akan menarik untuk investasi jangka panjang," kata dia.
Saat ini, lanjut dia, investor asing tengah mengurangi porsi kepemilikannya, kondisi itu menjadi kesempatan bagi investor domestik untuk masuk sehingga dapat dijadikan "save haven". "Asing mengurangi porsinya dan kondisi itu diambil alih domestik, jadi mengurangi invesor asing dan domestik masuk," ucap dia.
Ia mengatakan, saat lelang surat utang negara (SUN) kemarin terlihat cukup menarik dengan penawaran yang masuk mencapai Rp 14 triliun meski asing yang masuk berkurang.
Meski demikian, menurut dia, hasil itu menunjukkan "save haven" di pasar surat pemerintah, maka dengan begitu pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara tetap stabil.

Kamis, 31 Mei 2012

Ekonomi Islam Momentum Solusi untuk Perekonomian Dunia




By:Anas Malik ( mahasiswa S1 Ekonomi Islam IAIN Raden Intan Lampung )

Berulang kali krisis ekonomi telah melanda perekonomian dunia. penyebabnya pun bervariasi .dari mulai krisis minyak dunia hingga ke crisis financial.sementara sistem ekonomi yang ada sekarang ini ( kapitalisme) tidak mampu membendung krisis tersebut .sistem kapitalis yang menjadi kebanggaan dan kesombongan masyarakat modern sekarang ini tidak dapat lagi mengatasi permasalahan – permasalahan krisis ekonomi yang muncul..apa pun alasanya hal ini membuktikan bahwasanya sistem ekonomi kapitalis merupakan rekayasa untuk membohongi umat manusia atas teori-tori yang di buat oleh pakar – pakar ekonomi klasik terdahulu yang hanya bersifat individualistik dan hedonisme yang sesaat.sehingga perlu kiranya ada sistem yang baru yang dapat di kembangkan dan menjadi solusi perekonomian dunia keluar dari permasalahan-permaalahan yang akan muncul kemudian.maka dari itu beranjak dari goresan pena ini penulis ingin menjabarkan krisis yang melanda dunia dan solusinya kedepan.
Badai krisis keuangan global pada saat ini belum reda, walaupun klimaks krisis keuangan ini terjadi diakhir bulan oktober 2008 sampai sekarang,setelah memakan korban bank investasi raksasa Amerika serikat seperti Lehman Brothers,Bear Stearns,Merril Lynch dan Morgan .serta tidak segan-seganya badai tersebut juga menyeret satu negara bernama Islandia Ketepi Jurang kebangkrutan serta negara kawasan amerika dan eropa walaupun di asia terimbas tetapi tidak separah di ke dua benua tersebut.
Dampak badai itu kini kian mengglobal ,dari penjuru barat hingga timur dari utara ke selatan mulai bangkitnya bursa saham tidak menjamin akan adanya penyelesaian dari resesi global ini.
Keguncangan dari berbagai bursa dunia tidak lepas dari kegagalan pelaku bisnis dan keuangan perbankan konveksional menelola manajamen resiko kredit mereka dan di perbolehkan nya penggunaan instrumen derivatif berlapis untuk membiayai ekpansi bisnis penuh spekulasi dalam sistem keuangan konveksional,kian memperbesar dampakkrisis keuangan global, kegagalan lembaga keuangan raksasa amerika mengelolah resiko kredit ,menjadi pemicu krisis keuangan global itu.resiko krwdit adalah potensi kerugian suatu lembaga keuangan yang di sebabkan tidak mampunya debitur melunasi kreditnya,gagal mengelolah kredit ini akibat lembaga keuangan AS itu memberikan kredit pada debitur yang tidak layak di biayai ,mereeka tidak memiliki penghasilan tetap dan jelas ,tetapi tetap mendapatkan kucuran kredit,Padahal dalam dalam disiplin ilmu managament risiko ,pemberian kredit sangat memperhatikan kemampuan calon debitur dalam melaksanakan kewajiban pelunasan .ini karena penyalluran kredit kepada yang tak layak menyebabkan peringkat kredit buruk.(Republika 16 Oktober 2008 )
Untuk menatasi krisis Pemerintah amerika siap menggelontorkan dana $700miliar untuk menyelamatkan berbagai lembaga keuangan di negara itu yang terkena dampak Subrime Mortage.sementara bank sentral negara Asjuga memutuskan menurunkan tingkat suku bunga yang di ikuti berbagai bank sentral beberapa negara bagian dan eropa.
Sistem Ekonomi Sosialis ?
Dalam bebberapa hal yang paling mendasar ,kapitalisme dan sosialisme di bentuk atas landasan nilai (value)yang sama ,nilai yang mendasari keduanya terutama adalah paham materialisme-hedonisme dan sekulerisme.kedua nilai dasar ini telah menjadi bingkai bagi pembentukan pandangan dunia dari keduanya .dalam perspektif materialisme –hedonisme murni segala kegiatan manusia di latar belakangi dan di orientasikan kepada segala sesuatu yang serba bersifat material .Misalnya ,keadaan sejahtra ( well being)yang menjadai tujuan kegiatan ekonomiakan terjadi manakala manusia memiliki berlimpahan
material.manusia di anggap merasa bahagia jika kalau segala kebutuhan materialnya di penuhidengan melimpah. (umar Chapra)
Dalam pandangan kapitalis manusia di anggap selalu akan mementingkan dirinya sendiri sementara sosialisme memandang bahwa sejarah kehidupan manusi di penuh warnai dengan berbagai konflik yang bersumber dari perebutan material .dalam bingkai materialisme-hedonisme inilah kemudian konsep ekonomi rasio0nalisme ekonomi di bentuk ,yaitu seorang pelaku ekonomi di anggap rasional jika memiliki sifat materialisme-hedonis.jadi kapitalis maupun sosialisme sama-sama materialistik.bedanya ,yang pertama mengharapkan terlalu banyak dari orang perorangan ,sedangkan yang kedua mengharap terlalu banyak dari negara.
Baik Kapitalis Maupun Sosialis di bentuk Atas pandangan dunia yang Serkuler,yaitu memisahkan hal-hal yang bersifat spiritual dan material (atau agama dan dunia )dalam pandangan sekuler segala yang berkaitan dengan dunia adalah urusan manusia sendiri sementara agama hanya mengurusi hubungan antara manusia dan tuhanya .paham Sekulerisme menempatkan tuhan pada domainyang berbeda sama sekali dan tidak dapat disenttuh oleh masalah kemanusiaan dan alam semesta .denagan kata lain agama memiliki wilayah yang tidak bersesuaian dengan duniawi.implikasi selanjutnya dari paham ini adalah menempatkan manusia sebagai pusat segala hal kehidupan (antrophosentris ),yaitu manusialah yang berhak menentukan kehidupan sendiri .(Ahmad : 1982 )menyatakan bahwa dalam keyakinan dasar sistem ekonomi mkonveksional selain manusia mempunyai kecenderungan dari dalam untuk memaksimalkan kesejahtraan materil ,ia juga di asumsikan memiliki pengetahuan dan kemampuan sempurna untuk memutuskan apa yang terbaik baginya .
Apakah sistem sosialis ini yang akan menjadi solusi ekonomi dunia sedangkan implikasinya banyak negara soviet yang terpecah belah.akibat dari sistem sosialis yang tidak di barengi dengan norma-norma ketuhanan dalam perekonomianya.maka apa yang terjadi jika ekonomi sosialis yang diterapkan



Ekonomi Islam SolusiNya...!
Kenapa bagi Saya ekonomi islam adalah solusinya.?mungkin antum2 bertanya-tanya serta agak bingung apa bisa ekonomi islam solusi perekonomian dunia...?yang notabene masih banyak pakar ekonomi meragukannya.kenapa sih gak neoliberalis saja yang lebih mendepankan kemajuan modernisasi..?
Jawabanya..? menurut Nurul Huda Ekonomi Islam itu adalah sistem ekonomi yang mengedepankan adanya underlying asset, yaitu adanya kesetaraan antara sektor moneter dan sektor riil. Sering juga disebut sebagai economic one of one. Artinya, kalau ada pertumbuhan 1 persen disektor moneter, maka di sektor riil juga harus tumbuh 1 persen. Itulah yang terjadi di sistem ekonomi Islam. Misalkan, anda bisa melihat sekarang yang telah dilakukan perbankan syariah, alokasi dananya disalurkan pada sektor riil. Artinya, dengan seperti ini mendorong adanya pertumbuhan investasi. Ketika investasi yang berkembang baru kita bisa menyebut pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Makanya, harus ada keseimbangan antara riil sector dan moneter sector
Perlu diingat juga bahwasanya system ekonomi syariah atau keuangan syariah untuk mengatasi krisis yang terjadi pada saat ini bisa menjadi solusi atas krisis keuangan global .ada dua alasan yang mendasar yaitu pertama system keuangan syariah hanya membolehkan penyaluran dana kredit atau pembiayaan bila memang ada asset yang di jadikan dasar transaksi jadi tidak adanya transaksi maya. kedua system keuangan tanpa bunga dan memakai system profit and lost sharing tidak memperbolehkan adanya system derivatif

Robin Hahnel dalam artikelnya Capitalist Globalism In Crisis:Understanding the Global Economic Crisis (2000), mengatakan bahwa globalisasi - khususnya dalam financial market, hanya membuat pemegang asset semakin memperbesar jumlah kekayaannya tanpa melakukan apa-apa. Dalam kacamata ekonomi Islam, mereka meraup keuntungan tanpa 'iwadh (aktivitas bisnis riil,seperti perdagangan barang dan jasa riil) Mereka hanya memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam pasar uang dengan kegiatan spekulasi untuk menumpuk kekayaan mereka tanpa kegiatan produksi yang riil. Dapat dikatakan uang tertarik pada segelintir pelaku ekonomi meninggalkan lubang yang mengangapadapada sebagian besar spot ekonomi.
Hahnel juga menyoroti bagaimana sistem kredit atau sistem hutang sudah memerangkap perekonomian dunia sedemikian dalam. Apalagi mekanisme bunga (interestrate) juga menggurita bersama sistem hutang ini. Yang kemudian membuat sistem perekonomian harus menderita ketidak seimbangan kronis. Sistem hutang ini menurut Hahnel hanya melayani kepentingan spekulator, kepentingan segelintir pelaku ekonomi. Namun segelintir pelaku ekonomi tersebut menguasai sebagian besar asset yang ada di dunia. Jika kita kaji pemikiran Hahner ini lebih mendalam akan kita lihat dengan sangat jelas bahwa perekonomian akan berakhir dengan kehancuran akibat sistem yang dianutnya, yakni kapitalisme ribawi( Agustianto )
Dalam ekonomiIslam, globalisasi merupakan bagian integral dari konsep universal Islam. Rasulullah telah menjadi pedagang internasional sejak usia remaja. Ketika berusia belasan tahun, dia telah berdagang ke Syam (Suriah), Yaman, dan beberapa negara di kawasan Teluk sekarang. Sejak awal kekuasaannya, umat Islam menjalin kontak bisnis dengan Cina, India, Persia, dan Romawi. Bahkan hanya dua abad kemudian (abad kedelapan), para pedagang Islam telah mencapai EropaUtara. Ternyata nilai-nilai ekonomi syariah selalu aktual, dan terbukti dapat menjadi solusi terhadap resesi perekonomian
Di zaman Nabi Muhammad jarang sekali terjadi resesi. Zaman khalifah yang empat juga begitu.Pernah sekali Nabi mengalami defisit, yaitu sebelum Perang Hunain, namun segeradilunasi setelah perang. Di zaman Umar bin Khattab (khalifah kedua) dan Utsman (khalifahketiga) , malah APBN mengalami surplus. Pernah dalam zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tak dijumpai lagi satu orang miskinpun!!!

Apa rahasianya? Kebijakan moneter Rasulullah Saw -- yang kemudian diikuti oleh para khalifah -- selalu terkait dengan sektor riil perekonomian berupa perdagangan . Hasilnya adalahpertumbuhan sekaligus stabilit
Pengaitan sektor moneter dengan sektor riil merupakan obat mujarab untuk mengatasi gejolak kurs mata uang -- seperti yang melanda Indonesia sejak akhir 1997 sampai saat ini. "Perekonomian yang mengaitkan sektor moneter langsung dengansektor riil akan membuat kurs mata uang stabil." Inilah yang dijalankan bank-bank Islam dewasa ini, di mana setiap pembiayaan harus ada underline transactionnya.Tidak seperti bank konvensional yang menerapkan sistem ribawi
. Tantangan umat Islam dewasa ini adalah menunjukkan keagungan dan keampuhan ekonomi syariah.Tidak hanya bagi masyarakat muslim, melainkan juga bagi masyarakat non muslim,tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia international. Islam ternyata mewariskan sistem perekonomian yang tepat, fair, adil, manusiawi, untuk menciptakan kemaslahatan dankesejahteraan hidup, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat .
Wallahu a'lam
.Daftar pustaka
Anto.hendri.Pengantar ekonomika Mikro Islam.ekonisia .jakarta
Republika26 Oktober 2008
www.pkesinteraktif.com/content/view/4583/32/lang.id

Pemenang Or Pecundang..?Pemenang Yes...Ekonomi RABBANI...Bisa







Apa bedanya pemenang dengan pecundang...? Mengapa Kita harus menjadi pmenang bukan pecundang karena
pecundang : melihat masalah pada setiap Persoalan
PEMENANG : Melihat Solusi Pada setiap masalah

Pecundang : Berkata Itu bisa tapi sulit
PEMENANG : berkata itu sulit tapi bisa di lakukan

Pecundang : Berkta " Buset Sudah Siang Lagi"
PEMENANG : Berkata Alhamdulilah Ya Allah sudah siang lagi.

Pecundang :Melht JEBAKAN di hamparan rumput Hijau.
PEMENAG :mlht Hampara Rumpt Hijau di antra JEBAKAN

Pecundang : Menyambut hari dengan KELUHAN
PEMENANG : Menyambut Hari dengan HARAPAN.

KITA HARUS MENJADI PEMENAG JIKA INGIN DAKWAH KITA MERAIH KEJAYAAN .Allah swt akan menempatkan kemuliaan dan kejayaan kepad kita semua jika kita ikhlas dalam dakwah ini.banyak saudara kita yang gugur untuk meraih ridanya AllahSWt.maka tanamkan jiwa kita dengan bekal iman.Peradaban mana yang unggul lebih dari 1 abad lamanya.hanya islam lah yang mencampai lebih dari 10 abad lamanya menggenggam peradfaban dunia..karena peradaban yang lainya bekerja tanpa iman kepada Allah.maka Allah tidak suka lalu allah binasakan umat-umat terdahulu yang sombomg kepada Allah.kini terjadi lagi kepada sistem ekonomii kapitalis..Allah Akan menggantikanya yang lebih mencintai Allah dan rasulnya,di dasarkan atas nilai-nilai iman ...yaitu EKONOMI ISLAM...BISA